MENTAWA BARU KETAPANG — Ancaman kebakaran lahan kosong akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab (arson) terus mengintai wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Pada Kamis (27/8/2026) sore, kobaran api dari area semak belukar seluas kurang lebih dua hektare nyaris merembet ke bangunan milik PT. Atlanta Petak Danum di Jalan H.M. Arsyad Km. 5, Kelurahan Pelangsian.
Peristiwa mendebarkan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Ibu Novi pada pukul 15.37 WIB. Menyadari api semakin membesar dan berpotensi melahap aset bangunan di dekatnya, pelapor segera menghubungi layanan darurat Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Merespons laporan tersebut, tim piket dari Peleton III yang dikomandoi oleh Supriansyah langsung menerjunkan armada MUPK 05 menuju lokasi. Tim meluncur pada pukul 15.40 WIB dan harus menempuh jarak sekitar 5,1 kilometer.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 16.07 WIB, petugas yang terdiri dari A. Gazali (Fire Driver), Syamsul Arifin (Fire Driver), Septian Nurdin S, dan Rodiyah langsung melakukan penilaian situasi (size up). Benar saja, api terpantau sudah sangat dekat dengan bangunan perusahaan.
“Operasi pemadaman langsung digelar pada pukul 16.08 WIB. Berkat kesigapan petugas di lapangan, situasi kebakaran berhasil dilokalisir pada pukul 16.32 WIB, sehingga api tidak sampai menyentuh bangunan fisik PT. Atlanta Petak Danum,” ungkap laporan resmi dari Peleton III Damkar Kotim.
Setelah api utama berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 22 menit, tim melanjutkan proses pendinginan (cooling down) pada pukul 16.33 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan tanah. Operasi pemadaman dan pemeriksaan akhir dinyatakan selesai dan benar-benar aman pada pukul 16.43 WIB.
Tidak ada instansi lain yang terlibat di lapangan, dan operasi ini murni diselesaikan oleh regu Damkar Kotim. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, meski lahan seluas ± 2 hektare hangus tak bersisa.
Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, penyebab kebakaran lahan ini kembali diduga kuat akibat unsur kesengajaan atau arson. Pihak Damkar Kotim kembali mengimbau dengan tegas agar seluruh lapisan masyarakat dan pemilik lahan menghentikan praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar, terlebih di musim kemarau yang rentan memicu bencana kabut asap dan kerugian material yang besar.
Armada dan personel pemadam kebakaran kemudian bertolak kembali dan tiba di Markas Komando pada pukul 17.13 WIB dengan selamat.







Tinggalkan Balasan