LAGI, DUGAAN PEMBAKARAN DISENGAJA TERJADI DI KETAPANG, TIM DAMKAR PADAMKAN API DI DESA BAPEANG DALAM 14 MENIT

MENTAWA BARU KETAPANG — Kasus dugaan pembakaran lahan secara sengaja (arson) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kali ini, sebuah lahan kosong di kawasan Jalan H.M. Arsyad Km. 15, Desa Bapeang, dilaporkan terbakar pada Rabu (26/8/2026) siang. Berkat laporan sigap dari masyarakat, api berhasil dijinakkan sebelum sempat meluas.

Laporan awal diterima oleh petugas piket Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur pada pukul 14.49 WIB. Merespons panggilan darurat tersebut, armada MUPK 13 yang diawaki oleh personel Peleton 2 (Regu 2) langsung diberangkatkan pada pukul 15.00 WIB.

Respons Cepat dan Pemanfaatan Drone

Tim pemadam menunjukkan mobilitas yang sangat baik dengan menempuh jarak 18 kilometer menuju tempat kejadian perkara (TKP) hanya dalam waktu 15 menit. Setibanya di lokasi pada pukul 15.20 WIB, petugas langsung melakukan penyemprotan dan pendinginan.

Dalam operasi ini, Damkar Kotawaringin Timur juga mengoptimalkan pantauan udara dengan mengerahkan seorang operator drone, Markus Marcellino Rambang, guna memastikan tidak ada titik api (hotspot) tersembunyi di sekitar lokasi kejadian.

Berkat deteksi dini dan respons cepat, luasan lahan yang terbakar berhasil ditekan pada angka ± 5 x 2 meter persegi. Operasi pemadaman berlangsung sangat singkat dan efektif. Hanya dalam kurun waktu 14 menit, atau tepatnya pada pukul 15.34 WIB, api berhasil dipadamkan dan area dinyatakan sepenuhnya aman.

Adapun tujuh personel pemadam yang diterjunkan ke titik api adalah:

  • Gst. Gejali Bayu Pranata

  • Dhimas Yanuarrizky R.

  • Adrianto Hendrawan

  • M. Aditya Rahmaliyandi

  • Aulia Rahman

  • Noor Rachmah Sari Dewi

  • Ghina Nalindra Putri

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material bangunan yang dilaporkan dari insiden ini. Mengingat ini adalah kesekian kalinya lahan kosong di wilayah Ketapang terbakar akibat dugaan arson pada hari yang sama, petugas kembali menegaskan agar warga menghentikan kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts