SAMPIT – Kebakaran lahan melanda kawasan pemukiman warga di Jalan Bukit Permai, Gang Famili, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur pada Senin (2/3/2026) siang. Insiden yang diduga dipicu oleh kelalaian pembakaran sampah tersebut sempat mengancam area perumahan di sekitarnya.
Laporan kebakaran diterima oleh Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim dari seorang warga bernama Pak Rio pada pukul 12.15 WIB. Menanggapi laporan darurat tersebut, Peleton II Regu 2 segera dikerahkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 5,3 kilometer dari Mako.
Kronologi Kecepatan Respon
Petugas bergerak cepat dengan waktu respon hanya dua menit setelah laporan masuk. Setibanya di lokasi pada pukul 12.27 WIB, tim yang dipimpin oleh Kepala Regu Gt. Gejali Bayu P. langsung melakukan pemadaman intensif.
“Setiba di lokasi, petugas melakukan size up dan segera melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke pemukiman yang berada di sekitar lokasi kejadian,” tulis laporan resmi Peleton 2 Disdamkarmat Kotim.
Penyebab dan Dampak
Berdasarkan investigasi awal, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi. Kondisi lahan yang kering menyebabkan api merambat dengan cepat ke area sekitarnya. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 50 meter x 30 meter.
Upaya pemadaman berlangsung selama kurang lebih 60 menit dengan dukungan penuh dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Sinergi antarinstansi ini membuahkan hasil, di mana api berhasil dilokalisir sepenuhnya pada pukul 13.27 WIB tanpa ada korban jiwa maupun kerugian material bangunan.
Personel dan Armada
Dalam operasi kali ini, Disdamkarmat menerjunkan unit armada MTPK 13 beserta enam personel, yaitu:
-
Gt. Gejali Bayu P. (Kepala Regu)
-
Fikri Alfaridzi (Driver)
-
Adrianto Hendrawan
-
M. Aditya Rahmaliyandi
-
Aulia Rahman
-
Dira Elsy Vennia
Setelah memastikan status kebakaran benar-benar aman dan kondisi mendingin, petugas ditarik kembali ke Markas Komando. Pihak berwenang kembali menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di lahan terbuka yang kering, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.







Tinggalkan Balasan