SAMPIT — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Timur kembali bergerak cepat menangani musibah kebakaran berskala besar yang melanda kawasan Jalan Yahya Usman, RT 009/RW 003, Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Minggu malam (25/10/2026).
Peristiwa ini dilaporkan oleh Irna Amelya pada pukul 18.45 WIB. Mendapat laporan tersebut, petugas piket jaga Mako Damkar Kotim langsung bersiap dan mengerahkan Peleton 2 (Regu 1, 2, dan 3) menuju lokasi kejadian. Berangkat pada pukul 18.48 WIB dengan menempuh jarak sekitar 43 kilometer, armada yang terdiri dari MTPK 13, MUPK 05, dan Unit Rescue tiba di lokasi dengan sigap di bawah pimpinan Kepala Peleton 2, M. Febbry.
Setibanya di lokasi pada pukul 19.20 WIB, petugas langsung melakukan size up (penilaian kondisi lapangan) dan berjibaku melakukan pemadaman bersama bantuan personel dari Sektor Kota Besi. Berdasarkan informasi di lapangan, titik api diduga bermula dari sebuah bangunan sarang burung walet yang kemudian dengan cepat merembet ke bangunan rumah warga di sekitarnya serta berdampak pada bangunan masjid.
Berkat kerja keras petugas gabungan serta pimpinan yang langsung turun meninjau lokasi—termasuk Kepala Dinas Damkarmat H. Akhmad Taufik, ST., MT.—api akhirnya berhasil dipadamkan dan didinginkan secara menyeluruh. Operasi penanganan dan pendinginan dinyatakan selesai pada pukul 20.10 WIB.
Akibat insiden ini, tercatat ada 5 buah bangunan rumah milik warga (masing-masing milik Bapak Johari, Ibu Yulita, Bapak Tekon, Bapak Resno, dan Aci Imah) serta 1 bangunan Masjid Muhajirin yang mengalami kerusakan dengan jenis bangunan bervariasi dari semi permanen hingga permanen. Dugaan sementara penyebab kebakaran diakibatkan oleh korsleting listrik, dengan total taksiran kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam musibah ini. Damkar Kotim terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bahaya kebakaran dan rutin memeriksa instalasi listrik guna mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.









Tinggalkan Balasan