SAMPIT – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali beraksi cepat mengendalikan si jago merah. Pada Senin (31/8/2026) malam, petugas berhasil memadamkan kebakaran lahan kosong yang apinya nyaris menjalar ke bangunan Sekolah Khusus Negeri (SKN) 2 Sampit di Jalan Tidar Barat, RT 035/RW 003, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.
Berdasarkan laporan kejadian dari Peleton I, informasi pertama kali diterima pada pukul 18.48 WIB melalui pesan WhatsApp pribadi anggota pemadam yang kemudian diteruskan ke Grup WhatsApp Peleton I. Warga bernama Bapak Sadri melaporkan adanya kobaran api yang membakar semak belukar dan posisinya sudah sangat mengancam bangunan sekolah di sekitarnya.
Merespons laporan darurat tersebut, Kepala Peleton I, Akhmad Ilham Wahyudi, A.Ma., langsung menginstruksikan pergerakan unit. Pada pukul 18.52 WIB, Mobil Tangki Pemadam Kebakaran 13 diberangkatkan menuju lokasi dengan menempuh jarak sekitar 5,2 kilometer dari Markas Komando (Mako).
Tiba di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) pada pukul 19.07 WIB, tim di lapangan yang dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Regu I, Ariyadi, langsung menggelar selang dan memulai operasional pemadaman pada pukul 19.10 WIB. Operasi ini turut didukung oleh personel gabungan dari Regu I, Regu II, dan Regu III, serta mendapat bantuan penting dari armada Mobil Unit Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Baamang Barat.
“Berkat sinergi yang solid antara petugas Disdamkarmat dan Relawan Pemadam Kebakaran Baamang Barat, api yang membakar lahan seluas kurang lebih 600 meter persegi tersebut berhasil dilokalisir pada pukul 19.28 WIB, sehingga tidak sampai menyentuh bangunan Sekolah Khusus Negeri 2 Sampit,” tulis laporan resmi Peleton I.
Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan (cooling down) pada pukul 19.32 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Usai pemeriksaan akhir pada pukul 19.46 WIB, operasional pemadaman secara resmi dinyatakan selesai dan aman pada pukul 19.54 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden ini.
Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, dugaan penyebab kebakaran lahan ini disinyalir akibat adanya unsur kesengajaan atau pembakaran lahan (arson).
Selama operasi berlangsung, cuaca terpantau cerah dan seluruh penanganan, komunikasi, serta dukungan logistik berjalan dengan sangat baik. Operasi ini juga dipantau dan didukung penuh oleh jajaran personel Regu II dan Regu III yang bersiaga di Mako Disdamkarmat Kotim. Seluruh pasukan kembali tiba di Mako pada pukul 20.08 WIB.
Disdamkarmat Kotim secara tegas kembali mengimbau kepada oknum masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan sengaja (arson), apalagi di kawasan padat penduduk dan fasilitas pendidikan. Tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan nyawa dan aset bangunan, tetapi juga dapat diancam dengan sanksi pidana.







Tinggalkan Balasan