SAMPIT, Kalteng – Ketenangan di lingkungan Universitas Darwan Ali (UNDA) Sampit terusik oleh kemunculan ular yang dilaporkan terlihat di beberapa area vital kampus. Menanggapi keresahan tersebut, tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikerahkan untuk melakukan penyisiran, Selasa (21/4/2026) pagi.
Laporan keberadaan ular jenis Lanang Sapi (Coelognathus radiatus) ini disampaikan oleh Bapak Depi Rusda kepada petugas piket sekitar pukul 09.31 WIB.
Sering Muncul di Kantin dan Ruang Kelas
Berdasarkan keterangan pihak pelapor kepada petugas, keberadaan reptil tersebut sudah terpantau sejak beberapa hari terakhir. Ular diketahui berpindah-pindah tempat, mulai dari area kantin hingga ruang kelas pembelajaran, yang memicu kekhawatiran civitas akademika.
Kepala Peleton I Damkarmat Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi, segera menginstruksikan Regu I di bawah pimpinan Rahmat Abadi untuk menuju lokasi di Jalan Batu Berlian Nomor 10, Kelurahan Mentawa Baru Hulu.
Penyisiran Intensif Selama Satu Jam
Setibanya di lokasi pada pukul 09.41 WIB, petugas langsung melakukan teknik herping atau pencarian intensif di titik-titik yang diduga menjadi tempat persembunyian ular, terutama di area belakang bangunan universitas.
“Petugas melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi terakhir ular terlihat. Mengingat laporan menyebutkan ular sempat masuk ke ruang kelas, kami memeriksa setiap sudut yang potensial menjadi sarang,” ungkap laporan resmi Peleton I.
Meskipun tim telah melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam dengan peralatan lengkap, keberadaan ular tersebut tidak ditemukan. Diduga ular telah berpindah ke area vegetasi di luar lingkungan kampus.
Edukasi Penanganan Mandiri
Sebagai langkah antisipasi, sebelum kembali ke Markas Komando, tim penyelamat memberikan edukasi kepada pihak universitas mengenai karakteristik ular Lanang Sapi dan langkah-langkah darurat yang harus diambil jika reptil tersebut muncul kembali.
Petugas menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari tumpukan barang bekas dan sisa makanan yang dapat mengundang mangsa ular seperti tikus. Operasi dinyatakan selesai pada pukul 10.36 WIB dalam kondisi cuaca cerah dan situasi terkendali.
Laporan: Peleton I Damkarmat Kotim







Tinggalkan Balasan