SAMPIT – Ketenangan warga di Jalan Sarigading Darat, Kelurahan Baamang Tengah, terusik oleh kemunculan seekor ular sanca batik (Malayophyton reticulatus) di dalam rumah, Senin (23/2/2026) pagi. Menanggapi laporan tersebut, Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Insiden bermula saat Ibu Santi, pemilik rumah, mendapati tamu tak diundang tersebut melata di area kamar mandinya. Merasa terancam, ia segera menghubungi nomor darurat (Emergency Call) Mako Damkarmat Kotim pada pukul 10.55 WIB.
Respon Cepat Petugas
Kepala Peleton I, Akhmad Ilham Wahyudi, A.Ma., segera menginstruksikan Regu I yang dipimpin oleh Kepala Regu Isra Hidayat untuk meluncur ke lokasi kejadian. Menggunakan unit mobil Rescue Toyota Hilux, petugas tiba di kediaman pelapor pada pukul 10.03 WIB.
Sesampainya di TKP, pemilik rumah langsung mengarahkan tujuh personel yang bertugas menuju kamar mandi. Benar saja, ular sanca batik tersebut masih berada di lokasi dan sempat membuat penghuni rumah khawatir.
Proses Evakuasi
Dengan keahlian khusus dalam penanganan hewan (animal handling), petugas melakukan tindakan evakuasi dengan hati-hati. Operasional penanganan dimulai pukul 10.04 WIB. Hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, tepatnya pukul 10.13 WIB, ular tersebut berhasil ditangkap dan diamankan tanpa perlawanan berarti.
“Petugas langsung mengevakuasi ular yang berada di dalam kamar mandi. Setelah beberapa saat, objek berhasil diamankan dan langsung dibawa ke markas untuk penanganan lebih lanjut,” ujar perwakilan Peleton I dalam laporan resminya.
Situasi Kondusif
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun cedera dalam insiden ini. Kondisi cuaca yang cerah juga mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi tim di lapangan.
Setelah memastikan area rumah benar-benar aman dari potensi gangguan hewan liar lainnya, tim kembali ke Markas Komando Damkarmat Kotim pada pukul 10.22 WIB. Pihak Damkarmat terus mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa melalui jalur resmi guna menghindari risiko penanganan mandiri yang berbahaya.









Tinggalkan Balasan