SAMPIT – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menunjukkan aksi penyelamatan yang sigap. Kali ini, petugas membantu seorang anak yang mengalami insiden medis darurat akibat mata kail pancing yang tersangkut di bagian daun telinga, Kamis (22/1/2026) malam.
Korban diketahui bernama Maha Restu Cakra Mentaya, warga Jalan Merak, Kelurahan Baamang Hilir. Kejadian ini bermula saat orang tua korban, Bapak Siswanto, mendatangi Markas Komando (Mako) Damkar Kotim pada pukul 19.58 WIB untuk meminta pertolongan darurat.
Proses Evakuasi yang Menegangkan
Melihat kondisi mata kail yang menancap di daun telinga sebelah kanan korban, Regu III Peleton II yang saat itu sedang bertugas langsung melakukan persiapan peralatan khusus.
Dipimpin oleh Kepala Regu Rahmadi, tim yang terdiri dari Markus Marcellino Rambang, Noval Dwi Priyanto, Gusti AbdulFattah, dan M. Rizaldy mulai melakukan penanganan dengan sangat hati-hati untuk meminimalisir rasa sakit pada korban.
“Petugas langsung menyiapkan peralatan rescue dan melakukan tindakan presisi untuk melepas mata kail tersebut. Mengingat area daun telinga sangat sensitif, petugas bekerja secara perlahan namun pasti,” ujar perwakilan dari Peleton 2 dalam laporan resminya.
Berhasil Dilepas dalam 10 Menit
Berkat ketenangan dan keahlian petugas, mata kail pancing tersebut berhasil dilepaskan sepenuhnya pada pukul 20.10 WIB. Seluruh proses operasi penyelamatan ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit sejak penanganan dimulai.
Setelah mata kail berhasil diangkat, kondisi korban dinyatakan stabil. Pihak keluarga pun menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan penanganan humanis yang diberikan oleh personel Damkar.
Layanan Penyelamatan Non-Kebakaran
Kejadian ini menjadi bukti bahwa peran Pemadam Kebakaran saat ini tidak hanya terbatas pada pemadaman api, tetapi juga mencakup berbagai aksi penyelamatan (rescue) darurat di masyarakat.
Pihak Damkar Kotim senantiasa mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk kejadian darurat yang membutuhkan keahlian evakuasi khusus ke Mako Damkar setempat.








Tinggalkan Balasan